Mini Updates

.
  • Mungkinkah Aku Bisa Bercinta Lagi?

    "Aku masih memikirkannya", kenang ku dalam hati. Ah, mengapa teramat susah menghilangkan kejadian itu. Cerita yang awalnya tidak pernah aku inginkan hadir dalam hidupku. Selalu saja mengganggu pikiran ini. Hidup ini terkadang sangat susah diterka hingga aku selalu saja bingung di persimpangan jalan itu.

    "Please.... lupakan semua, hilangkan dari benak pikiranku". Aku merintih dan pilu mengenang semua itu. Aku sudah merelakan semua yang telah terjadi. Kisah ini sudah tidak semestinya aku pusingkan. Aku sudah mencoba untuk mengerti, rasa itu telah pergi dan sudah Aku hapus dalam hatiku. Aku tidak ingin menyesal karena kisah itu telah menghadirkan Aku, meski Aku menjadi seorang yang lemah saat ini. Aku hanya ingin melupakan, Aku tidak ingin hati ini membeku. Kata-kata indah itu sudah lama menyesakkanku, dan kini aku tidak ingin mengenangnya.

    Namun sejenak Aku terdiam. "Baiklah, aku akan mengenang untuk terakhir kalinya" bisik hatiku. Lalu Aku menuju ke suatu tempat. Di tempat inilah, Aku terakhir kali melihat bunga itu layu untuk selamanya membawa kesempurnaan cintaku.

    -----------

    Awalnya aku tidak mengerti apa yang sedang Aku rasakan, segalanya berubah. Aku mulai mengharapkan rindu itu menjadi bunga yang harum wanginya. Hadirmu, sembuhkan aku dari ketidak berdayaan hati yang dulu pernah terluka. Aku jatuh cinta, karena kau berbeda. Kau sungguh tetap menunggu saat aku tidak inginkan. Membuatku tidak ragu untuk terus mencintaimu.

    Sungguh awal yang sempurna saat kau dekati, kau resapi hatiku. Hingga aku benar-benar bisa merasakan arti dari cinta yang sesungguhnya. Kau coba dengarkan yang selama ini telah terpendam. Sungguh awal yang indah yang pernah ku rasakan. Kau sempurnakan makna cinta yang telah membuat aku terluka sebelumnya. Aku nikmati cintamu, saat aku ingin kehangatan cintamu. Karena selama ini tidak ada yang mampu merubah sikapku akan Cinta. Semua nyaris sempurna terlihat, Akupun dibawa terhanyut dalam kesempurnaan cinta yang kau berikan.

    Perjalanan itu membuat aku memahami arti cinta yang sesungguhnya darimu. Yah, dari dirimu yang ku anggap dari awal berbeda. Caramu mencintaiku sungguh berbeda dari cinta yang pernah aku nikmati sebelumnya. Aku tidak tahu bahkan kau sangat lihai menutupi dirimu sebenarnya. Kau hidupkan ketidak berdayaan hati ini dengan cintamu. Kau juga membuat ku lebih memahami arti hidup dalam kehidupan ini. Saat aku benci untuk mencintai, kau datang dengan membawa cinta yang tulus.

    Tapi memang benar, sungguh benar bahwa tidak ada orang yang sempurna dalam kehidupan ini. Namun, saat Aku bertemu dengan mu dan Aku mulai mencintaimu, Aku merasa kau sempurna untukku. Dan kini, terjawab sudah memang tidak ada yang sempurna di hidup ini. Yah... kau memang memberi aku arti. Terbayang sekilas luka itupun tersingkir tanpa ku sadari. Dalam benang surya untuk memaknai arti kenyataan ini. Ku palingkan wajah, saat ku tahu dirimu yang berbeda.

    Sungguh bayang-bayang dirimu selalu hadir saat ku merasa sendiri. Teringat sungguh, hari terakhir kita bertemu.

    “Cin, tolong simpan bunga ini untukku”. Itulah permintaan terakhirnya saat dia berada di atas pangkuanku untuk terakhir kalinya. Belum sempat Aku bertanya untuk apa bunga itu ku simpan, kau pergi menjauhiku.

    ”Dis... kamu mau kemana?” teriakku penuh dengan rasa penasaran melihat Adis pergi menjauhi ku begitu saja.

    Saat aku mencoba mengejarnya, aku dihampiri oleh temannya Adis, Wulan. Saat itu juga aku dikagetkan oleh pernyataan Wulan.

    ”Hai, cowok gak berguna. Jauhi Adis untuk selamanya!” perintah Wulan dengan nada keras ke arahku. ”Maksudnya apa Lan?” tanyaku. ”Aku berhak tahu, karena dia adalah pacarku. Dan kita pun sudah merencanakan langkah yang lebih jauh” sambungku sebelum Wulan menjelaskan.

    Ku lihat Wulan dengan wajah penuh tanda tanya, namun Wulan melihatku dengan wajah sinisnya, bahkan dia memperlihatkan wajah benci kepadaku. Pikiranku ga tentu saat itu. Aku minta Wulan menjelaskan pernyataannya. Namun Wulan terdiam menunduk dengan tangan bergetar memegang sesuatu di dalam kantong celananya. Tidak lama kemudian...

    ”Intinya kamu harus jauhi Adis untuk selamanya” tegas Wulan sambil mengeluarkan sepucuk pistol dari dalam kantong celananya dan mengarahkan ke kepalaku.

    ”Ada apa Lan? Tolong jelaskan padaku yang sebenarnya terjadi?” tanyaku lagi. Aku mencoba untuk tetap tenang di bawah ancaman pistol yang di pegang Wulan dengan kuat.

    ”Adis adalah pacarku. Dan semenjak dia deket sama lo. Gue jadi diabaikan oleh Adis” jelas Wulan yang membuat aku tambah bingung dan kaget dengan penjelasannya.

    “Tapi… mana mungkin dia suka sama elo Lan?” tanya ku lagi. ”Tidak ada tapi dalam hal ini. Intinya elo harus jauhi Adis. Dia itu milik gue” kata Wulan tegas. ”Atau gak, elo gue tembak” tambah Wulan dengan muka serius.

    “Oh ya…Adis adalah milik…” belum sempat ku selesaikan pernyataanku, Tiba-tiba aku mendengar suara pistol yang dipegang Wulan. DOORR!! Tembakan itu membuat bahuku terluka.

    “Lan, jangan gila dong” sahut ku sambil memegang bahu yang ditembak oleh Wulan yang sudah lepas kendali. Aku melihat Wulan sedang berusaha mau menembakku lagi.

    “Jauhi dia!!” tegas Wulan dengan disertai tembakan kedua mengarah ke badanku. DOORRR!!!...

    Tiba-tiba sesosok tubuh mungil berada di depan ku berusaha agar Aku tidak terkena tembakan dari Wulan.

    Tubuh itupun tidak lama kemudian jatuh di hadapanku. Ku lihat wajah manis Adis dengan luka tembakan di dadanya.

    ”Dis... bunga ini akan ku simpan untukmu. Tolong jangan tinggalkan Aku.” pinta ku. Namun Adis hanya tersenyum. Meski ku tahu dia menahan rasa sakit.

    cerita tersebut adalah sebuah fiksi penulis saja

0 komentar:

Leave a Reply

Thanks For Your Comment.
"NO SPAMS, NO JUNKS"

KOMPAS.com

Inilah.com - Berita Terkini

Page Popularity

free counters

Live Traffic Map

Visitors

.