Mini Updates
-
Perjalanan ini (2)
Aku hanya ingin terus menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya.
Pagi ini, sesaat aku berada ditempat yang setia menemaniku bahkan mungkin bisa menjadi saksi bisu selama aku menghabiskan hampir setengah hari waktuku, aku teringat dan membayangkan masa dulu.
Masa dimana aku bisa merasakan betapa bahagianya aku.
Aku merasakan letihnya menjadi penjual koran keliling meski itu hanya sehari kurasakan. Karena perbuatan itu diketahui oleh kedua orangtuaku.
Terus dan terus.... hingga aku harus mengerjakan seluruh soal sekolah dan hanya sendiri di rumah. Kakak dan adikku menikmati liburan dengan senangnya. Sangatlah indah kejadian2 itu ku kenang sekarang.
Hingga aku ingin terus berhasil dalam setiap pijak langkah ini. Namun aku tahu tidaklah mudah untuk menggapaikeberhasilan dengan terus memacu diri terhadap target yang sangatlah besar (bukan berarti aku pesimis tidakbisa menggapai keberhasilan terhadap target yang besar).
Tapi ada baiknya untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah aku capai dan aku nikmati. Karena sebaik-baik aku berencana, Allah-lah yang menentukan.
Untuk itu aku mencoba memberi target yang mudah dicapai dalam hidupku dalam satu session layaknya aku bermain game. Dimana dalam satu session terdiri dari beberapa level dan sudah dipastikan level awal dalam game sangatlah mudah dicapai. Selebihnya dibutuhkan ketekunan yang teramat sangat dan pasrah dalam doa.
Karena definisi berhasil dalam hidupku adalah aku bisa melewati target yang telah aku berikan dalam diri ini. Bukan berhasil karena melihat keberhasilan orang tanpa target dalam diri.
Misalnya, hari ini aku sudah menolong seorang. Maka itulah keberhasilan yang sesungguhnya dalam diriku dan dalam hidupku. Dan aku bersyukur bahwa hidup ku berguna bagi orang sekitarku.
Lalu aku teringat suatu masa setelah sebuah masa yang terus teringat dalam benakku hingga kini. Aku tidak bisa cerita masa itu sekarang. Ada kalanya menyakitkan dan menyenangkan, mungkin masa demi masa itulah yang membuatku seperti sekarang ini.
Semuanya hilang dan sepi bahkan sebuah kejadian menimpa ku, pastinya keluargaku. Pun begitu aku tetap bertahan dan terus menjaga harum sebuah nama yang membimbingku dengan setia. Aku yakin dia pasti terpukul dengan kejadian itu dan sangatlah terpukul, namun aku tidak bisa lagi melihat raut wajahnya. Hanya bisa kubayangkan.
Aku mencoba tegak diantara kerumunan - lautan manusia yang entah apa yang sedang mereka pikirkan tentangku.
Aku jalani semua dengan senyum, pun terkadang aku tidak bisa menyembunyikan masa itu dibalik senyumanku. Ku berlari, dan bermain gitar hanya sekedar menghilangkan rasa pedih itu. Hingga ku rasakan pahitnya menjadi seorang pengamen jalanan. Hidup itu sulit jika kita menilai sulit. Pun begitu tidaklah baik untuk memudahkan segala cara yang seharusnya memang sulit.
Karena aku percaya, Allah selalu ada untuk seorang hamba-Nya.
0 komentar: