Mini Updates

.
  • Perlukah Menjauhkan Anak Dari TV?

    "Membebaskan anak menonton siaran televisi selama liburan sama dengan menyerahkan anak untuk dididik televisi," kata pengamat pendidikan di Medan, Rafdinal S Sos MAP.

    Saya setuju dengan pendapat diatas. Karena banyak siaran televisi yang sebenarnya tidak mendidik sehingga dikhawatirkan berpengaruh negatif bagi perkembangan sikap dan perilakunya.

    Apa yang saya lihat disekeliling saya, yaitu keponakan dan anak-anak para tetangga membuat saya (awalnya) kagum dengan kedewasaan seorang anak yang menurut saya begitu cepat. Semua tingkah laku dan tindak tanduk seorang anak kecil menyerupai tingkah laku yang menurut saya adalah tingkah laku seorang dewasa.

    Belakangan saya berpikir, semua itu adalah akibat dari seorang anak yang dengan leluasanya menonton acara televisi. Karena televisi adalah media audio visual sehingga anak bisa meniru langsung dari apa yang dilihat dan didengarnya.

    Kalau sudah begini, peran orang tua sangat dibutuhkan. Namun, pertanyaan saya adalah apakah bisa orang tua meluangkan waktunya untuk mendampingi anaknya saat menonton televisi atau bermain. Mengingat situasi saat ini, kebanyakan orang tua sibuk dengan pekerjaannya. Dan anak hanya di "temani" oleh seorang pendamping yang sering disebut "suster" atau "pembantu".

    Secara psikologi, menurut Wakil Kepala SMP Muhammadiyah I Medan ini, anak punya sikap meniru apa yang dilihat dan didengar. Hal ini harus dipahami orangtua, sehingga tidak begitu saja membiarkan hari-hari libur anak diisi dengan menonton televisi.

    Walau tidak mungkin sepenuhnya membatasi keinginan anak menonton acara televisi, namun para orangtua dituntut untuk bersikap selektif. Selain itu, para orangtua juga disarankan untuk meluangkan waktu mendampingi anak menonton acara televisi kegemarannya sembari memberikan pengertian tentang adegan-adegan yang dilihatnya.



    sumber: sana-sini

4 komentar:

  1. sakainget says:

    pertamaaaaaaxxxxxxxxx..... x(

    siaran televisi jaman sekarang memang tidak bisa dikontrol... peran KPI dalam urusan ini dirasa belum maksimal. kita sebagai orang tua harus preventif dengan segala efek negatif yg mungkin ditimbulkan dari siaran televisi tersebut.

    pastikan kita selalu memberikan batasan terhadap buah hati kita, masa kanak2 merupakan masa dimana proses penyerapan dan pembelajaran begitu pesat.. jangan sampai pada masa tersebut dirusak oleh hal2 negatif.. tidak hanya televisi, tapi juga lingkungan sekitarnya.

  1. MametZ says:

    Makasih mas udah berkenan mampir dan memberikan komen disini.

    Saya setuju banged tuh.. apalagi masa emas buah hati kita (kalau gak salah) sekita 1-5 tahun...
    Disaat2 itulah kita harus benar2 menemani mereka... :D

  1. Rigih says:

    sip mas. setuju. kata ahli malah orang yg sedikit menonton tv lebih bahagia daripada yang byk menonton tv

    lam kenal mas

    http://rigih.blogspot.com/

  1. MametZ says:

    salam kenal juga mas rigih...

Leave a Reply

Thanks For Your Comment.
"NO SPAMS, NO JUNKS"

KOMPAS.com

Inilah.com - Berita Terkini

Page Popularity

free counters

Live Traffic Map

Visitors

.