Mini Updates
-
Slogan atau Kata Bijak?

"waktu adalah uang". Entah kalimat itu berupa slogan atau sebuah kata yang keluar dari orang bijak.
Orang bijak selalu bicara waktu adalah uang dan uang bukanlah waktu. Apabila kita kehilangan uang, maka kita bisa mencarinya. Sebaliknya, apabila kita kehilangan waktu, kita sangat sulit kembali bahkan tidak akan pernah bisa. Waktu akan terbuang percuma bila kita menyia-nyiakannya.
Hingga slogan "waktu adalah uang" sepertinya sudah mendarah daging hampir di seluruh mayoritas manusia. Bahkan belakangan berbagai macam cara akan ditempuh mayoritas manusia untuk mendapatkan uang. Persepsi yang menyimpang menurut saya terhadap kata-kata orang bijak hingga saya ubah menjadi slogan yang mendarah daging.
Ada manusia yang tidak pernah berhenti mencari uang dari pagi hingga kembali pagi. Waktunya hanya untuk dan disibukkan untuk mencari uang. Para wanita bahkan melelang kehormatannya, menjatuhkan martabatnya karenanya juga. Para pengusaha, pedagang, dan pekerja belomba-lomba mengejar paranormal hanya untuk meramal hidupnya karena uang yang dikejarnya. Ringkas kata HIDUP ADALAH UANG bukan lagi WAKTU ADALAH UANG.
Dan sangat ironis sekali apabila ada seorang manusia yang berbicara tentang agama dengan tujuan yang sama seperti mereka.
Jadi teringat seorang ustadz berkata "Termasuk dalam kategori syirik kecil adalah beramal karena ingin mendapatkan dunia. Seperti seseorang yang berhaji, menjadi muadzin, atau menjadi imam karena ingin mendapatkan materi, atau belajar ilmu dan berjihad juga untuk mendapatkan materi."
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tiadalah setiap orang di dunia ini melainkan sebagai tamu dan hartanya adalah pinjaman. Tentunya, tamu itu akan berangkat pergi dan pinjaman itu akan kembali kepada pemiliknya.”
Mereka (para ulama) berkata: “Cinta dunia dianggap sebagai kepala kerusakan. Dia akan merusak agama dari banyak sisi.
Pertama, mencintai dunia akan membuahkan pengagungan terhadapnya, sementara dunia itu rendah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengagungkan apa yang telah dihinakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala termasuk dosa yang paling besar.
Kedua, Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat, membenci dan murka terhadap dunia dan segala yang ada padanya (kecuali hal-hal yang diperuntukkan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala). Barangsiapa yang mencintai apa yang dilaknat, dibenci, dan dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia telah melemparkan dirinya kepada laknat, kebencian, dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketiga, jika dia mencintainya, tentu dia menjadikan dunia itu sebagai tujuannya. Dia akan mencari jalan kepadanya dengan amalan-amalan yang sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan sebagai sarana (wasilah yang mengantarkan) kepada-Nya dan kampung akhirat.” (‘Uddatush Shabirin wa Dzakhiratusy Syakirin, hal. 186)
Wallahu a’lam bish-shawab.
10 komentar:
-
jawabannya tergantung dari persepsi masing2 kang.. yg pasti, apapun persepsinya... kewajiban ibadah tetap nomor satu :D
-
PERTAMAAAAAXXXZZZZZZ
WAAAKAAKAKAKAK.. HIDUP = UANG.. TUHAN = DUIT.. SEMUA DIBELI DENGAN DUIT.. HANYA AZAB DAN SIKSA YANG GAK KEBELI
SALAM SAYANG
-
@Kang Saka.... :)) PERTAMAX udah diambil sama Kang Guskar tuh....
@Kangboed kok tuhan = duit siy Kang??? pasti punya artinya nih... jadi penasaran niy Kang??
-
Cobak kalo ada waktu adalah akhirat, beuuhhh bagemana dunia yah, hehehehehe
-
HAHAHA.. HIDUP DI JAMAN SEKARANG.. UUD.. UJUNG UJUNGNA DUIT.. HAHAAHA.. BERTUHANKAN UANG.. NAMANYA JUGA JAMAN EDAN
SALAM SAYANG
-
@saka, Kang Saka saya turut berdoa semoga mas momo diberikan kesembuhan. Aminnn
Waktu bagai cakra manggilingan, ia selalu bergerak, ia tidak merasa lelah, ia tidak pernah berhenti untuk istirahat, ia terus maju nggak mengenal sudah berapa lama ia bergerak. Ia tidak akan pernah berpaling, memandang ke belakang, apa lagi berputar halauan untuk bergerak mundur.
Roda zaman sll menggilas kita, apa yg mesti kita persiapkan untuk masa di mana nggak ada ruang dan waktu? Selagi msh punya waktu, isi dengan amal kebajikan.